Article Detail


PJBL Kolaborasi SMP Santo Carolus Surabaya dan SMP Tarakanita 5 Jakarta


PJBL Kolaborasi SMP Santo Carolus Surabaya dan SMP Tarakanita 5 Jakarta Menghidupkan Nasionalisme Generasi Muda Melalui Kolaborasi Digital (Hari Pertama)

SURABAYA & JAKARTA – Di tengah pesatnya arus globalisasi, semangat kebangsaan justru semakin dipererat melalui cara yang inovatif. Pada Senin, 2 Februari 2026, SMP Santo Carolus Surabaya dan SMP Tarakanita 5 Jakarta resmi memulai kolaborasi lintas kota dalam program Project Based Learning (PjBL) bertajuk "Nasionalisme dan Jati Diri Bangsa - Voice of Youth: Young Generation and National Identity." Program yang dijadwalkan berlangsung hingga 6 Februari mendatang ini menjadi bukti nyata inovasi Yayasan Tarakanita dalam menyatukan potensi siswa meskipun terpisah jarak geografis yang jauh.

Kegiatan ini melibatkan 30 siswa pilihan, yang terdiri dari 15 perwakilan SMP Santo Carolus Surabaya dan 15 perwakilan SMP Tarakanita 5 Jakarta, dengan bimbingan intensif dari para guru pendamping kedua sekolah. Melalui platform Zoom, ruang virtual berubah menjadi wadah diskusi yang dinamis. Jarak antara Surabaya dan Jakarta seolah melenyap saat para siswa mulai berinteraksi secara intensif di dalam breakout room untuk merumuskan gagasan mereka tentang jati diri bangsa di era digital.

Pada hari pertama pelaksanaan, antusiasme siswa terlihat sangat tinggi saat mereka dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil. Sebagai langkah awal membangun kerja sama tim, setiap kelompok ditantang untuk menciptakan yel-yel yang mencerminkan semangat kolaborasi mereka. Tidak hanya sekadar bermain, aktivitas kemudian berlanjut pada sesi pendalaman materi. Para siswa bersama-sama mengeksplorasi berbagai literatur dari internet untuk membedah makna nasionalisme dan kekayaan ragam budaya Indonesia, guna mencari benang merah antara nilai tradisional dan perkembangan teknologi saat ini.

Sebagai penutup rangkaian agenda hari pertama, para siswa diajak untuk menoleh kembali pada proses yang telah dilalui melalui sesi evaluasi dan refleksi. Mereka mendokumentasikan pengalaman serta pembelajaran yang didapat dalam bentuk tulisan reflektif, sebagai pondasi untuk melanjutkan proyek di hari-hari berikutnya. Melalui PjBL kolaboratif ini, Yayasan Tarakanita berharap dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya cakap secara teknologi, tetapi juga memiliki rasa cinta tanah air yang mendalam sebagai identitas utama mereka. [Christian Jati Marta Kusuma].

Comments
  • there are no comments yet
Leave a comment