Article Detail


Nasionalisme dan Jati Diri Bangsa | Berbalut Pakaian Adat


Berbalut Pakaian Adat, Siswa Surabaya - Jakarta Rekam Podcast "Voice of Youth" dalam Kolaborasi PjBL Hari Ketiga

 SURABAYA & JAKARTA – Memasuki hari ketiga pada Rabu, 4 Februari 2026, antusiasme peserta Project Based Learning (PjBL) Kolaborasi antara SMP Santo Carolus Surabaya dan SMP Tarakanita 5 Jakarta semakin memuncak. Agenda utama pada hari ini adalah proses perekaman video podcast sebagai karya nyata dari tema besar "Nasionalisme dan Jati Diri Bangsa - Voice of Youth: Young Generation and National Identity." Program inovasi Yayasan Tarakanita ini terus membuktikan bahwa batasan jarak bukanlah penghalang untuk menanamkan pendidikan karakter dan memperkuat pembelajaran intrakurikuler.

Pemandangan di layar monitor Zoom tampak berbeda dan sangat berwarna dibandingkan hari-hari sebelumnya. Sebanyak 30 siswa yang terlibat tampil memukau dengan mengenakan berbagai pakaian adat nusantara saat melakukan perekaman di dalam breakout room. Meskipun terpisah secara fisik antara Jakarta dan Surabaya, para siswa mampu memanfaatkan teknologi digital dengan sangat apik untuk memproduksi konten berkualitas yang merepresentasikan kekayaan budaya Indonesia.

Materi podcast yang direkam pun sangat berbobot dan mencakup berbagai sudut pandang anak muda. Setiap kelompok mendiskusikan arti nasionalisme bagi remaja masa kini serta membedah perbedaan unik dan kekayaan budaya antara Jakarta dan Surabaya. Tidak hanya itu, diskusi juga merambah pada ulasan karya fiksi bertema budaya, nilai-nilai Pancasila dalam terang iman Katolik, hingga pembahasan kritis mengenai peran media sosial sebagai ancaman atau peluang bagi identitas bangsa.

Salah satu daya tarik utama dalam rekaman ini adalah adanya segmen khusus berbahasa Inggris bertajuk "Embrace Yourself." Melalui segmen ini, para siswa diajak untuk bangga terhadap jati diri mereka sebagai bagian dari bangsa yang besar. Di bawah bimbingan para guru dari kedua sekolah, proses produksi podcast digital ini berjalan lancar. Keberhasilan hari ketiga ini menjadi bukti bahwa generasi muda mampu menyuarakan semangat nasionalisme dengan cara yang kreatif, modern, dan tetap berpijak pada nilai-nilai luhur bangsa. [Christian Jati Marta Kusuma].

Comments
  • there are no comments yet
Leave a comment